Thursday, 28 March 2019

Pengalaman Scaling di Rumah Sakit Kesehatan Gigi dan Mulut FKG Universitas Indonesia

Hallo guys, aku mau sharing nih tentang pengalamanku scaling di RSKGM FKG UI pada tanggal 28 Maret 2019.
Saat itu aku dalam proses rekrutmen dan menunggu hasil pengumuman tahap 4 Diskusi kelompok dan wawancara psikologis di BPJS Ketenagakerjaan. Jadi kalo lolos tahap 4, tahap selanjutnya tes kesehatan dan wawancara user. Nah, aku kan gabung grup telegram rekrutmen BPJS Ketenagakerjaan. Kata teman-teman disana sebaiknya scaling gigi dulu biar pas tes kesehatan hasilnya bagus. Nah kebetulan aku terakhir scaling itu Agustus 2018. Pas dicek gigi ku juga udah ada karang giginya. Kan kalo perawatan gigi itu sebaiknya 6 bulan sekali. Aku rasa saat itu adalah waktu yang tepat. Aku mulai cari-cari info scaling gigi yang murah di jakarta dimana. Ya maklumlah namanya juga jobseeker jadi nyari yang murah-murah dulu. Kalo dulu sih aku scaling ada asuransi dari perusahaan tempatku kerja jadi gak terlalu keberatan mau scaling di rumah sakit yang bagus sekalipun (hehe maaf agak jumawa).

Nah aku searching deh di google dan nanya-nanya grup, mereka menyarankan ke RSKGM FKG UI di Senen Jakarta Pusat. Kebetulan gak jauh dari tempat aku tinggal sekarang, tinggal naik ojek online tarif Rp 8.000 sampe deh. Oh iya, di RSKGM FKG UI ini waktu pendaftaran dibuka dari hari Senin-Jumat pukul 08.00-11.00 WIB dan khusus hari Jumat pukul 08.00-10.30 WIB.

Karena aku pasien baru, jadi harus ambil antrian pasien baru dulu di pintu masuk ruangan pendaftarannya. Di ruang tunggu sudah rame sih, tapi aku tidak terlalu lama untuk nunggu, beberapa setelah antri nomorku dipanggil. Aku disuruh isi formulir terlebih dahulu dan membaya biaya pendaftaran sebesar Rp 20.000. Selang menunggu beberapa menit aku dipanggil petugas untuk cek gigi di ruangan dokter gigi nya. Oleh perawat disana ditanyain data diri, berat dan tinggi badan serta ada alergi obat dan pernah memiliki riwayat sakit parah tidak? aku jawab tidak semua. Setelah itu perawatnya nanya apakah sudah ada janjian dengan mahasiswa disini? aku jawab tidak. Dalam hatiku mungkin kalo sudah janjian bisa gratis kali ya heheh kan yang handle mahasiswa FKG yang lagi coass. 

Setelah itu aku diperiksan oleh dokter giginya, yaa hanya sekedar periksa gigi saja. Nanti yang melakukan scaling mahasiswa coass nya. Kata dokternya gigiku ada lobang kecil di geraham tapi bisa saja terhenti jika perawatannya bagus. Lalu aku diarahkan ke gedung A ruang intergrasi 2. Disana banyak sekali mahasiswa FKG yang lagi coass. Kemudian setelah beberapa menit menunggu aku dipanggil olah mahasiswa coass tersebut, namanya Mba Hanna. Orangnya baik dan ramah, gigi ku dicek satu-satu dan ditulis deh tu hasil pengecekannya di laporan. Agak lama sih dibanding scaling gigi di dokter gigi beneran karena kan mahasiswa ini mereka masih coass dan belajar jadi gigi kita satu-satu diamati, ditulis masalahnya apa, ditanya-tanya dan difoto. Kalo di dokter gigi beneran ditanya keluhan, dicek langsung tindakan. Ya gapapalah namanya juga coass jadi aku dengan senang hati menjawab pertanyaan mereka. Setelah semua gigi dicek dan ditanya-tanya oleh Mba Hanna, dia meninggalkanku dan kembali dengan seorang perempuan. Yap, itu adalah dosen mereka, Ibu dosen ngecek gigi ku dan sembari mencocokkan dengan hasil pengecekan Maba Hanna tadi.

Setelah itu, Mba Hanna bilang kalo dia cuman melakukan penegecekan, nah nanti scaling akan ditangani oleh temannya yang lain. Oke aku nurut aja, gak lama kemuadian datanglah temennya Mba Hanna, namanya Mba Jannah dia yang bakal scaling gigiku. Proses scaling berlangsung kurang lebih 30 menit. Semua gigi dicek dan difoto katanya untuk laporan mereka. Setelah selesai Mba Jannah mengarahkanku ke kasir untuk pembayaran. Biaya yang harus dibayarkan sebesar Rp 75.000. 

Jadi total biaya scaling di RSKGM FKG UI untuk pasien baru senilai 20.000 + 75.000 = 95.000.

Demikian ya guys sharing tentang scaling di RSKGM FKG UI, semoga dapat membantu kalian yang lagi cari tempat scaling yang murah di Jakarta. Bye

Monday, 25 March 2019

Pengalaman Tes di BPJS Ketenagakerjaan

Hallo, aku akan menceritakan pengalamanku mengikuti tahapa seleksi di BPJS Ketenagakerjaan.

Saat buka-buka media sosial, muncullah salah satu teman IG memposting lowongan BPJS Ketenagakerjaan, saat itu di bulan Januari 2019. Kebetulan saat itu aku sedang pulang kampung ke Pasama. Akupun membuka website rekrutmennya dan meng-update profilku. Disini aku ambil lokasi tes di Jakarta karena niatku memang ingin kembali ke Jakarta. Saat ingin apply ternyata ada syarat bikin vlog tentang #calontenagakerjasadarBPJSTK. Vlognya miniman 20-60 detik dan di-posting di akun isntagram dan youtube pribadi kita. Awalnya aku males banget karena gak bakat bikin vlog dan malu-maluin kalo liat diri sendiri di video. Padahal pada saat itu vlognya harus diposting serentak di tanggal 1 Februari 2019. Nah, aku biarin aja, ya kalo lolos seleksi administrasi Alhamdulillah, namun kalo tidak belum rejekinya disini. Sekitar tanggal 6 atau 8 pengumuman seleksi administrasi sudah diumumkan, dan Alhamdulillah aku lolos seleksi admininstrasi dan berhak mengikuti seleksi online. Namun, disana ada pemberitahuan bahwa peserta wajib posting vlog dan boleh diposting hingga batas waktu tanggal 13 Februari 2019. Daripada nanti menyesal akhirnya aku bikin vlog sesuai ketentuan Rekrutmen BPJSTK dan memposting di instagram dan youtube pribadiku.

1. Tes Seleksi Online

Tiba lah jadwal tes online ku di tanggal 13 Februari 2019 pukul 07.00-09.00, bentuk soalnya seperti soal-soal tes intelejensi pada umumnya, seperti gambar, hitungan sederhana dan tes keperibadian. Insya Allah bagi kamu yang sering mengikuti tes psikotes atau TPA bisa mengerjakan soal-soal ini dengan mudah. Pengumuman tahap seleksi online ini cukup lama yakni sekitar 3 minggu dari jadwal seleksi online. Pada tanggal 8 Maret 2019 pengumuamnnya keluar dan alhamdulillah aku lolos seleksi online dan berhak mengikuti tahap 2 yaitu seleksi Confirmatory Test yang lokasinya di Jakarta. Pada saat itu aku sedaang menunggu hasil seleksi di salah satu perusahaan swasta di Padang dan stay untuk beberapa minggu di Padang. Namun tanpa berfikir panjang aku memutuskan untuk ke Jakarta 2 hari setelah itu dan meninggalkan seleksi di Padang.

Oh iya kita juga disuruh menyiapkan beberapa berkas sebagai berikut:

1.Fotokopi KTP yang masih berlaku dan sesuai dengan yang digunakan pada saat registrasi online.
2.Ijazah asli dan Fotokopi Ijazah berlegalisir asli (cap basah) sesuai dengan data pada saat registrasi.
3.Transkrip Nilai asli dan Fotokopi Transkrip Nilai berlegalisir asli (cap basah) sesuai dengan data pada saat registrasi.
4.Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli dan Fotokopi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) berlegalisir asli (cap basah) yang masih berlaku.
5.Fotokopi Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku.
6.Asli Surat Keterangan Bebas Narkoba yang masih berlaku dari laboratorium/rumah sakit.
Dokumen sebagaimana disebut di atas merupakan persyaratan yang diperlukan dalam Seleksi Tahap 4: FGD dan Interview Psikologis yang dapat Anda ikuti jika Anda telah dinyatakan lulus dari tahap seleksi berikutnya. Mengingat jeda waktu antara pengumuman dan pelaksanaan Seleksi Tahap 4: FGD dan Interview Psikologis yang dekat, maka kami menyarankan agar Anda segera mempersiapkan dokumen sebagaimana disebut di atas.

2. Tes Confirmatory Test (CT)

Tes tahapan Confirmatory Test ini diadakan di stadion basket di Mall Sport Kelapa Gading. Saat itu terbagi menjadi 2 batch dan hampir semua kursi penonton di stadion tersebut penuh. Luar biasa sekali pelamar BPJSTK lokasi jakarta dan ini peserta terbanyak dibandingkan kota-kota lainnya. Tes tahapan ini dilaksanakan oleh vendor atau pihak ketiga dari LPTUI. Tes ini terbagi menjadi 5 bagian, diantaranya tes potongan gambar, tes verbal, tes hitungan sederhana, tes deret angka dan satu lagi saya lupa bentuk tesnya. Insya Allah kalo sering latihan temen-temen bisa menyelesaikan tes ini dengan baik. Tes hanya diadakan selama 50 menit tapi yang lama itu registrasi dan "menyusun" peserta di tempat duduk. 

Fyi guys, tes tahap 2-4 akan diadakan 3 hari berturut-turut dan pengumuman akan keluar tengah malam. Jadi siap-siap aja kalo misalnya lolos untuk tes lagi di pagi harinya. Dan saat saya memasang alarm jam 3.00 dini hari, saya langsung cek handphone dan di handphone saya sudah ada notifikasi pengumuman BPJSTK. Saat membuka websitenya Alhamdulillah saya lolos tahap 2 dan berhak mengikuti tahap 3 yakni tes psikotes pada besok harinya pukul 12.30 di Hotel 678 Cawang. 

3. Tes Psikotes

Tes tahap 3 ini kurang lebih sama dengan tes psikotes yang pernah saya ikuti saat mengikuti tes ODP di BTN. Bedanya disini tidak ada tes hitungan atau tes verbal yang menguras otak, tapi disini yang diuji tes krapelin, tes kepribadian, tes wartegg dan tes menggabar orang dan pohon. Sama dengan tes tahap 2, hasil tes ini juga diumumkan pada tengah malam. Dan saat melihat notifikasi pada pukul 3.00 dini hari, aku melihat ada notifikasi di handphone ku dan langsung cek websitenya. Alhamdulillah lagi aku masih diberi kesempatan untuk lanjut tes tahap 4 yaitu tes LGD (diskusi kelompok) dan tes wawancara psikolog. Padahal sempat pesimis karena pada saat tes krapelin aku kurang maksimal dibanding tes-tes krapelin sebelumnya. Kurang fokus sih intinya. jadi bagi kamu yang ingin mengikuti tes ini saran dari aku banyak-banyak latihan dan fokus!

4. Tes Diskusi Kelompok dan Wawancara psikologis

Lanjut ke tes tahap 4, disini tes pertama yang kita hadapi adalah tes diskusi kelompok. Kelompok terdiri dari 5-7 orang. Dalam diskusi tersebut ada seorang psikolog yang mengamati cara kita berdiskusi, kita diberi waktu 20 menit dan case. Case nya dalah mendiskusikan 5 sifat positif yang harus dimilik dan 5 sifat negatif yang tidak  oleh seorang pegawai BPJSTK. Tips dalam diskusi adalah jangan terlalu menonjol dan jangan pula terlalu pasif. Jadilah seorang yang inisiatif mengingatkan waktu, menyimpulkan hasil diskusi dan beragumen yang singkat padat dan jelas. Setalah 20 menit berlalu kita disuruh menunggu di luar ruangan yang nantinya akn dipanggil satu-satu untuk interview dengan psikolognya. Pada saat interview saya langsung ditanyain seputar tes psikotes yang kemarin saya tulis, termasuk tentang kepribadian saya. Intinya sih fokus nanya-nanya tentang pribadi kita dan disini jawab sejujurnya. Selain itu juga ada pertanyaan seputar posisi yang kita lamar, disini saya melamar posisi Pelayanan dan Pemasaran. Sekitar 20 menit berlalu, saya dipersilahkan untuk pulang karena rangkain tes tahap 4 sudah selesai.

Untuk pengumuman hasil tahap 4 ini kemungkina akan keluar 2-3 minggu dari tes karena di websitenya jadwal tahapan tes berikutnya pada tanggal 21-26 April 2019.

Untuk tahapan tes selanjutnya yaitu tahap 5 yaitu tes Kesehatan dan wawancara user. Semoga dimudahkan ya Allah, semoga rejeki hamba disini ya Allah Aamiin.

Oke, sampai disini dulu ya teman-teman, to be continue....:)

Halo tems, aku baru bisa update nih, BPJS belum rejeki ku tahun ini, tapi gpp masih tetap semangat kok mencari karir yang lebih baik

Thursday, 14 March 2019

Tetap Semangat !!

"Tidak ada usaha dan doa yang sia-sia. Semua kegagalan yang kau hadapi adalah proses untuk menjadi sukses"


Tuhan tidak pernah tidur, Tuhan selalu mendengar, Tuhan pun tau yang terbaik untukmu. Mungkin saat ini jalan di hadapanmu penuh batu, kerikil dan duri yang seolah-olah membuat kakimu sakit berdarah jika melewatinya. Namun, percayalah jika kamu mampu melewatinya dengan sabar dan ikhlas tidak ada yang tak mungkin. Jalan penuh batu, kerikil dan duri tadi akan digantikan dengan jalan yang penuh bunga, sejuk dan indah. Bahkan bisa melebihi apa yang kamu bayangkan.

Ingat kisah Thomas Alfa Edison, seorang penemu bola lampu yang semasa sekolah ia dikatakan idiot oleh gurunya. Saat akan menemukan bola lampu, tidaklah langsung berhasil yang ia kerjakan. Ia bahkan gagal hingga ratusan kali. Namun, karena rasa penasaran yang tinggi, maka ia terus mencoba dan akhirnya berhasil. Dan diantara nama-nama orang sukses yang kita kenal saat ini, tidaklah mereka terlahir langsung sukses, namun ada perjalanan panjang yang mereka hadapi.

Mungkin saat ini, orang-orang sekitarmu menganggapmu remeh, tapi jangan jadikan itu hambatan. Jadikanlah itu sebagai semangat bagimu bahwa suatu saat nanti kamu akan melebihi mereka. Akan lebih hebat dari mereka. Percayalah Tuhan akan mengabulkan doamu.

Friday, 1 February 2019

Bakat Jualan karena Keturunan atau Dapat Diasah??

Hallo guys, aku mau nulis nih tentang bakat jualan yang ada pada diri ku. Saat ini aku sedang menggeluti bisnis kecil-kecilan yaitu reseller Jam tangan dari Daniel Wellington dan Outfit-outfit untuk muslimah gitu. Saat ini media berjualannya aku pakai media sosial baik instagram, whatsapp, facebook dan line app. 

Sebenernya alasan aku mau jualan ya buat nambah-nambah pundi-pundi keuangan. Dan sekalian belajar jadi entrepreneur karena udah lama banget aku gak jualan. Siapa tau bisnis ini lancar dan aku bisa melebarkan sayap jualan di bidang lain (Aamiin Ya Allah).

Aku bakat jualan?? Hmmm, kalo menurutku sih gak bakat-bakat amat, cuman karena ada kemauan aja makanya berani jualan. Sekalian belajar-belajar lagi gimana sih jadi marketing atau sales di dunia maya. Secara dulu pas kuliah tiada hari tanpa jualan. wahahahaha.

Yaps... dari kecil aku emang sudah jualan, bisa dibilang jualan apa saja. Waktu SD aku pernah jualan sticker-sticker yang ditempelin di kuku, buku atau alat tulis lainnya. Udah bantuin orang tua ku dagang dan bantuin tante ku dagang jajanan anak kecil dulunya. 

Emang sih keluarga mayoritas usahanya di perdagangan, termasuk kakek ku. Beliau merantau jauh-jauh hanya untuk berdagang. Bapakku juga seorang pedagang apalagi Ibuku walaupun seorang guru tapi beliau pandai berdagang. Saudara-saudaraku apalagi hampir menjual semua kebutuhan manusia.

Nah, sebenernya bakat dagang itu keturunan atau dapat diasah sih?? menurutku bisa dua-duanya, alasannya?

1. dari keturunan, yaa karena kita lihat orang-orang terdekat kita banyak yang dagang dan mereka sukses dari hasil dagangnya bisa saja kita termotivasi untuk ikut dagang. Akhirnya setelah ditekuni kita akan merasa perlu banyak yang harus dibenahi lalu mulailah berdagang apa aja yang bisa menguntungkan. kita bisa belajar dari orang-orang terdekat yang sukses dan kita pun bisa terbawa ke kesuksesan itu

2. dapat diasah, ini juga sangat bisa. Apalagi saat ini banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang menekankan kewirausahaan sebagai mata pelajaran atau mata kuliah wajib. Bahkan Saat ini ada Jurusan Entrepreneur lo di Perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung. Waah mantul gak tuuh. Kamu bisa milih jurusan ini nih kalo mau jadi pengusaha sukses.

Aku misalnya. Sudah lama vakum dari berjualan karena waktu SMA aku tinggal di asrama dan fokus belajar saja. Jadi gak sempet memikirkan jualan atau bantu-bantu orang tua jualan juga terbatas. Nah, pas kuliah aku ambil di Fakultas Komunikasi dan Bisnis, jurusanku Ilmu Komunikasi, konsentrasi marketing communications. Hampir setiap mata kuliah ku tentang marketing, sales, entrepreneur dan pastinya JUALAN. Yoi pas kuliah banyak sekali tugas-tugas jualan mulai dari jualan cemilan di CFD, jualan boneka saat wisuda. Semua event yang bisa buat jualan pasti dah tu diikutin sama Dosen ku untuk bikin tugas jualan. 

Bagus banget, biar kita tahu gimana rasanya jualan beneran. Aku juga jualan untuk mencukupi kehidupanku saat kuliah. Mulai dari jualan Hijab, pulsa dan make up. Ikut organisasi juga aku jualan, jualan kue-kue di kelas. Lumayan lah laku pas jam pagi, mereka yang beli temen-temenku yang gak sempat sarapan. 

Aku juga aktif di Koperasi Mahasiswa, ini lebih-lebih lagi. Kita punya 2 minimarket dan disitu dijual berbagai macam kebutuhan mahasiswa. Ada snack, makanan berat, minuman, alat tulis, souvenir kampus dan lainnya.

Dari sini semakin terasahlah kemampuan jualanku. dan aku harap ini gak akan pernah hilang dan smoga aku bisa mengembangkannya.

Sekian dulu ya guysss byee

Tuesday, 15 January 2019

Pengalaman Tes CPNS Kementerian Keuangan 2018


Pernah sakit, namun tak sesakit ini. Lebih baik sakit gigi ataupun sakit hati daripada sakit ini. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan rasa sakit  dan kecewa yang kurasakan saat melihat hasil akhir pengumuman tes CPNS 2018.

Yaa, aku mendaftar di CPNS Kementerian Keuangan 2018 formasi Analis Kerjasama. Awalnya tidak begitu yakin akan melewati tahap SKD dengan baik, karena pengalaman ku di tahun sebelumnya aku gagal 2 kali di SKD. Dan saat itu aku sedang mengikuti tahap seleksi di salah satu perusahaan BUMN. Setelah melihat-lihat formasi, jatuhlah pilihanku pada Analis Kerjasama Kemenkeu. Alasan aku memilih formasi ini karena untuk Ilmu Komunikasi hanya ini yang terbanyak peluangnya yaitu 16 orang dan hanya mengambil jurusan Ilmu Komunikasi saja, itu artinya aku hanya bersaing dengan pelamar dari jurusan Ilmu Komunikasi. Sedangkan di K/L lain rata-rata 1 hingga 10 orang saja dan diambil dari berbagai jurusan.

Seperti melamar CPNS sebelumnya, pertama kita mendaftar di website SSCN terlebih dahulu kemudian memilih K/L lalu memilih formasi yang kita inginkan.

Tahap kedua yaitu verifikasi berkas fisik. Sama seperti tahun 2017 yang kebetulan saya juga melamar CPNS Kementerian Keuangan, verifikasi berkas fisik dilakukan di Kampus STAN Bintaro. Saat itu pengumuman Verifikasi Berkas Fisik dan Tes SKD keluar tanggal 30 Oktober 2018. Aku mendapat bagian verifikasi berkas fisik tanggal 2 dan Tes SKD tanggal 3 di Kantor Walikota Jakarta Utara. Saya sempat terkejut karena begitu mendadak dan Aku hanya punya waktu 3 hari untuk mempersiapkan diri menghadapi tes SKD. Singkat cerita aku membagi waktu yang 3x24 jam untuk belajar TWK, TIU dan TKP sebaik-baiknya. Hingga akhirnya tes SKD pun harus ku hadapi.

Saat tes SKD, aku hanya fokus pada soal, ku kerjakan beurutan hingga selesai dan semua soal tidak ada yang ku lewati. Saat waktu habis dan menekan tombol selesai tes maka hasil SKD pun muncul. Alhamdulillah diluar ekspektasi ku, Aku lulus passing grade, aku tidak percaya nilai ku yang tertera di computer cukup tinggi menurut ku. Dan aku yakin aku pasti lolos perangkingan seluruh Indonesia. Ya benar saja, saat pengumuman hasil SKD nama ku ada pada urutan ke 4.

Ini lah hasil Tes SKD ku:


Aku sangat bahagia luar biasa, karena harapanku ya lulus passing grade saja sudah syukur. Ternyata nilai ku cukup tinggi. Dan sepulang dari Tes, ku cari info apa selanjutnya tes SKB di Kemenkeu. Mencari tahu gambaran tes SKB lewat blog, teman, teman dari teman hingga dari media sosial yang ada.

Setelah mengetahui tes selanjutnya, yaitu Tes Psikotes Online, Tes Wawancara dan Tes Kesehatan dan Kebugaran. Aku cari tahu semua gambaran, tes psikotes online nya bagaimana dan tes wawancaranya bagaimana, tes Kesehatan dan Kebugaran ngapain aja.

Selama kurang lebih 1 bulan, minimal satu hari aku bahas 2 soal dan latihan kebugaran minimal 2 kali dalam seminggu. Latihan push up, sit up setiap hari. Dari awalnya aku tidak bisa sama sekali hingga akhirnya aku bisa. Dari yang dulu aku tidak kuat lari hingga akhirnya aku bisa lari tanpa henti 3,5 putaran lapangan bola. Yaa walaupun di tes sebenarnya harus minimal 4 kali putaran, tapi aku optimis tetap akan terus latihan dan berdoa tak henti2 nya, minta restu dan doa sana sini. Hingga akhirnya tes SKB pun datang.

Tes SKB diadakan 3 hari berturut-turut, hari pertama aku melaksanakan tes wawancara, hari kedua tes Psikotes Online, dan hari ketiga tes kesehatan dan kebugaran.

Untuk tes wawancara dan psikotes menurut ku aku bisa menghadapinya. Bahkan pada saat tes wawancara, aku baru kali ini menemukan interviewer yang paling ramah selama aku tes interview. Aku merasa sangat dekat dengan mereka  (ada 2 orang interviewer) aku dengan santai tapi tetap dalam batasan wajar saat menjawab pertanyaan mereka. Kurang lebih aku diwawancara selama 30 menit, dan itu pun masih berasa kurang dan sangat cepat sekali. Karna ku lihat panitia dari luar sudah memberikan aba-aba waktu wawancara sudah habis. Dan interviewer ku masih ingin mendengarkan jawaban-jawaban ku. Pertanyaan yang ditanyakan seputar diri kita dan pengalaman kita saat bekerja (jika sudah pernah bekerja). Intinya mereka ingin lebih menggali potensi diri kita.

Tes psikotes online juga aku bisa menghadapinya karena tes ini tidak jauh beda dengan tes-tes psikotes perusahaan BUMN besar lainnya seperti tes psikotes Pertamina, PT Pos dan BUMN lainnya. Dan aku memang sudah berlatih lama untuk persiapan tes psikotes ini.

Tes selanjutnya tes kesehatan dan tes kebugaran. Untuk tes kesehatan tidak ada masalah, kategori kesehatanku adalah kategori 1 yang artinya boleh mengikuti tes kebugaran tanpa ada catatan dari dokter dan tidak ada masalah dengan kesehatanku.

Tiba lah di tes Kebugaran, dimana tes nya adalah lari keliling lapangan bola selama 12 menit, sit up, push up dan shuttle run. Semua rangkain tes telah ku lewati. Namun aku merasa tes kebugaran ku tidak maksimal karena di Kemenkeu ada Passing Grade tes SKB, yaitu:




Karena banyaknya pelamar yang gugur saat tes SKB Kebugaran maka ditetapkan lah PG SKB Kebugaran menjadi:



Kalian bisa baca dan simpulkan sendiri kan. Dan akhirnya pengumuman pun keluar, inilah detail hasil akhirmya:


Mungkin karena tenaga sudah terkuras banyak saat tes lari dan waktu istirahat yang sebentar membuatku kehabsan tenaga saat tes push up dan sit up. Jadilah hasilnya pada gambar diatas. Jauh dari yang ku bayangkan dan jauh dari jumlah saat aku latihan.





Berikut detail hasil tes SKB akhirku pada urutan 17:



Ini hasil akhir SKB:



Aku nomor 17 dari yang diambil 16 orang. Saat membaca hasil ini, aku menangis, orang-orang terdekat ku pun sangat kecewa dan sedih. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Hingga saat ini pun aku masih kecewa. Tapi aku berusaha ikhlas dan harus tetap semangat, Belum rejeki ku disini, Insya Allah tahun 2019/2020 ini aku lolos CPNS.

Selamat bagi kalian yang lulus CPNS 2018. Dan doa kan aku lulus di CPNS 2019/2020 ya. Tetap semangat.

Thursday, 15 November 2018

Pengalaman Tes Officer Development Program (ODP) di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

Hai sobat, sudah lama gak nulis nih. oke kesempatan kali ini aku mau tulis pengalamanku tes di salah satu bank plat merah di Indonesia, yup BTN.

Aku melamar posisi Officer Development Program (ODP) di BTN melalui job fair UI bulan September 2018. Proses apply nya lewat scan QR code yang diberikan oleh BTN di booth mereka.
Awalnya sih cuman iseng karena aku tau kalo kita daftar BTN dan kualifikasi memenuhi pasti akan dipanggil. Ya hitung-hitung ngukur kemampuanlah waktu itu (maap songong, tp sebenarnya berharap lolos sih).

Sebelumnya aku mau jelasin ODP itu apa, jadi ODP adalah program pengembangan pemimpin masa depan BTN dan sekaligus mendidik calon pegawai menjadi bankir profesional. Jadi singkat kata kayar fastrack untuk jadi manager lah di BTN, yaa kayak MT atau MDP kalo di perusahaan lain. Dan aku emang ngincer posisi ODP, MT, MDP bangeet karena kerjaanku sebelumnya juga posisi MT.

Untuk tes seleksi ODP ini ada 6 tahapan tes, dan tahapan tesnya terkadang tidak sama urutannnya antara gelombang A dengan gelombang B atau C. Tergantung panitia seleksi mau mendahulukan tahapan yang mana. Nah, di blog ini aku akan nulis tahapan seleksi ODP yang aku alami dari awal hingga tahap 5 ya (karena untuk tahap 6 belum keluar pengumuman).

1. Tahap Interview Awal  Posisi ODP
Tahapan ini  gak lama kok, cuman 5 sampai 10 menit. Kita akan diinterview oleh HCM (Human Capital Management) BTN. Yang ditanyakan seputar kepribadian kita, kalo fresh graduation ditanyaan kegiatan selama kuliah, kalo udah kerja ditanyaan tentang kerjaan. Tips nya sih Percaya diri aja dan jawab apa adanya. Dan satu lagi aku waktu tes tahapan ini full english dong. Jadi buat kamu disiapin aja englishnya ya. Disini juga diukur tinggi badan lo, jadi bagi perempuan minimal 155 cm, laki-laki 165 cm.

2. Tahap Tes Toefl dan TPA
Alhamdulillah aku lolos tahap interview awal, seminggu setelah tes dapat sms dan email untuk undangan tes Toefl dan TPA di menara BTN Jl. Gajah Mada (tempat interview awal). Disini aku persiapannya bahas-bahas soal TOEFL dan TPA aja, trus banyak berdoa. Aku dapat sesi 1 pukul 08.00, dan aku sudah di lokasi jam 07.00, usahakan datang lebih awal agar bisa istirahat sebentar dan bisa tenang saat ujian. Soalnya pertama kita dihadapkan sama soal TPA, disini BTN menggunakan vendor (aku lupa nama vendornya). Menurutku soalnya sih kayak soal-soal TPA biasa, ada hitungan sederhana, gambar, matriks angka, sinonim, antonim dan kelompok kata. Untuk tes TOEFL juga menurutku kalo kita sering latihan bisa kok. Tipsnya banyak berlatih aja.

3. Tahap Tes Psikologi
Seminggu setelah itu aku disms dan diemail lagi sama HCM BTN, dan aku lolos tes TOEFL dan TPA. Alhamdulillah akhirnya usahaku gak sisa-sia. Aku punya waktu 4 hari untuk mempersiapkan diri, aku latihan soal-soal psikotes, tes gambar dan tes pauli. Jadwal tes psikologi ku di hari Sabtu  Pkl 08.00 dan lokasinya di Kampus UI Salemba (karna pake vendor psikologi UI). Its mean 2 jam dari kostan ku. Aku berangkat dari stasiun UI Depok pukul 05.00 kalo gak salah naik kereta tujuan Jatinegara (karna mau turun di stasiun Kramat) Dan ternyata guys aku telat 5 menit, lari-lari lah aku dari turun kereta, naik grab dan lari lagi sampe ke ruangan (mana ruangannya aku belum tau).

Tapi untung tes belum dimulai, baru isi formulir diri aja. Aku masih ngos-ngosan dan gemetaran lo tapi udah disodorin tes Krapelin. Whaat aku selama ini latihan tes Pauli (bagi yang sering tes pasti tau perbedaan keduanya) Tapi aku tetap tenang dan usahakan grafiknya tidak turun. Selanjutnya tes soal-soal psikotes seperti hitungan, matriks gambar, deret angka, dan tarik kesimpulan gitu. Sebenarnya sih soalnya ada yang gampang dan ada yang susah menurutku tapi aku usahakan terjawab semua karna tidak ada sistem minus disini.

Tes selanjutnya tes kreatifitas gitu (aku lupa namanya) jadi kita dikasih satu lembar yang penuh dengan gambar lingkaran kecil bolak balik. Nah, kita disuruh untuk menggambar apa saja tapi lingkaran tersebut harus menjadi bagian dari gambar tersebut. Aku bikin aja apa yang terpikirkan sat itu. Dan aku menggambar hingga 1,5 halaman kertas.

Tahapan tes psikologi selesai pukul 12.00. Panitia tes menginformasikan hasil tes akan diumumkan 30 menit dari sekarang dan bagi yang lolos akan lanjut ke tes Interview psikologi dan LGD (Whaaat, cepet bgt dan kalo lolos aku belum ada persiapan sama sekali).

4. Tahap Tes Interview Psikologi dan LGD
Pukul 12.30 pengumuman yang lolos sudah ditempel di pintu lobby. Peserta sudah rame untuk melihat hasil dan aku sih udah capek dan gak yakin bakal lolos karna lumayan susah tesnya dan ada tes baru yang sebelumnya belum pernah aku kerjain. Ternyata Alhamdulillah namaku ada di peserta yang lolos. Aku seneng banget dan saat itu juga aku langsung persiapan untuk tes ini. Kita masuk ke ruangan dan disana ada panitia yang siap memandu tes, disini ada 5 kelompok tes yaitu tes Papikopstik (ratusan soal pernyataan tentang kepribadian kita), tes gambar orang dan gambar pohon, tes wartegg, tes LGD dan dilanjutkan tes interview HRD. Waaah bener-bener nonstop dan aku belum makan siaang, lapeerr. Tipsnya sih jadi diri sendiri, banyak latihan tes gambar dan jawab pertanyaan psikolog dengan jujur dan dengan PD, pertanyaanya seputar diri pribadi kita aja kok dan pake bahasa indonesia (just info, saat interview suara kita direkam sama psikolognya, mungkin buat menilai intonasi suara kali ya). Kalo LGD harus dominan tapi gak boleh motong pembicaraan dan setiap berbicara usahakan diiringi dengan pernyataan yang mantap dan berbobot. sekitar pukul 05.00 semua tahapan tes selesai dan kita disuruh nunggu 2 minggu untuk pengumuman.

5. Tahap Tes Interview Akhir dan Presentasi Tugas
Alhamdulillah setelah satu minggu dari tes psikologi aku dapat sms dan email lagi dari BTN untuk tes tahap 5 ini. Kita disuruh menyiapkan achivement terbesar dalam hidupku dan inovasiku untuk BTN. Yaa aku siapin dong sesuai intruksi. Dan aku rasa inovasiku untuk BTN cukup menarik (interviewernya juga bilang BTN sedang menuju ke arah situ). Aku PD aja untuk presentasi dan interview, jawab sejujurnya dan yang pasti berlatih presentasi dan interview agar lebih PD. Boleh kok cari tau lewat media apa saja termasuk ke CS BTN nya sendiri. Disini siapin english juga ya karna usernya kadang pake bahasa inggris.




6. Tahap Tes Kesehatan
Untuk tahap ini aku belum mendapatkan pengumuman, semoga aja lolos yaa. Tapi info dari temenku yang sudah bergabung di BTN tips tes kesehatannya adalah jaga makan, istirahat yang cukup dan rajin olahraga aja. Yang di tes darah, urine dan kesehatan fisik lainnya.

Sekian dulu ya guys, sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

Hasil tes diumumnkan bulan Maret 2019. Itu artinya nunggu 5 bulan dari tahapan tes Terakhir. Dan belum rejeki ku disini. Mungkin di tempat lain yang lebih baik aamiin. 

Sunday, 17 December 2017

Pengalaman Tes di PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk

Hai hai, udah lama banget gak nulis nulis nih. oh iya kali ini aku mau nulis pengalamanku tes di PT PJA. Aku ikut recruitment di kota Bandung. oh iya sebelumnya kau mau cerita dikit ya kenapa aku ikut tes lg padahal udah kerja dan posisinya udah enak. yaaa alasannya masih mau nyari ilmu di bidang lain (jawaban bullshit sih ini) wkwkwk.

Jadi aku daftar lewat website career campus (ITB). Dan dipanggil untuk tes psikotes di Bandung awal bulan November kemarin. Tes nya dua hari kebetulan di Jumat Sabtu dan aku bisa request libur 2 hari berturut-turut.

Awalnya sih mau pergi bareng sang cowok karna mau sekalian liburan. Rencananya berangkat malam sehabis pulang kerja, eh pas mau berangkat si cowok gak jadi karena sesuatu hal. Jadilah aku berangkat sendiri besok subuhnya jam 5 pagi. Padahal tesnya jam 10 pagi di ITB. Takut gak keburu sih, takut macet jg. yaa dalam pikiran sih kalo gak keburu berarti bukan rejekinya, yaa anggap aja ke bandung jalan-jalan aja.

Eh nyampe bandung ternyata lebih cepat dari perkiraan yaitu jam setengah 9. Okee kelamaan intronya nih, lanjut ke tahapan tes ya. Pertama kita diperkenalkan dengan sejarah PT PJA dari awal berdiri hingga saat ini. Terus dijelasin gaji yang diterima sama karyawan baru tingkat pendidikan S1/D4 dan D3. Lumayan lo gajinya sampe 7 juta, ini masih karyawan kontrak. Setelah nanti dikontrak setahun kita baru bisa jadi pegawai tetap kalo kinerjanya bagus dan gaji otomatis nambah. Serta dapat fasilitas yg sama kyk perusahaan lain spt asuransi, bpjs dan satu ini nih bikin beda yaitu tiket masuak wahana di Ancol kyk Dufan dll gratis cuyyy. Asyiik dong hehe.

Okee, setelah peresentasi profil perusahaan. Selanjutnya kita dikasih soal psikotes yang cukup tebel. Terdiri dari 3 lembar jawaban dengan warna yang berbeda. Maksud warna beda disini untuk membedakan kode tesnya. Tes nya itu mengenai tabel dan data-data yg bacanya aja sumpaaaah bingung banget.  Aku baru pertama kali liat tes kayak gini. Tp dengan tenang tetap dikerjain dah tu soal sampe akhirnya selesai di pukul 2 siang. Dan kita disuruh nunggu kurang lebih sejam untuk pengumuman yang bakal ditempel di depan ruangan tes.

Melihat soal yang udah kayak gitu, aku pesimis bakal lolos. Setelah satu jam pengumuman ditempel. Pas dicek-cek ternyata Alhamdulillah aku lolos ke tahap interview HRD besok jam 10. Gak nyangka ternyata otak ini masih berfungsi hehe (soalnya udah lama vakum dr persoalan tes psikotes, yaaa karna sibuk kerja ceilee).

Untuk tes interview HRD besok aku gak ada persiapan samasekali bahkan malamnya temen-temenku di Bandung ngajak karaokean, yaa banyak-banyak doa ajalah. Dan tibalah di waktu yang ditentukan. Aku ngisi absen dan dikasih snack. Pas tiba giliranku aku di interview sama seorang bapak bagian HRD nya. Pertanyaannya standar sih kayak iterview HR pada umumnya kayak perkenalan diri, soal kuliah, organisasi di kampus dulu dan karna aku udah kerja ditanyain juga soal pekerjaan saat ini. Insya Allah bisa jawab pertanyaannya dengan baik. Dan katanya bakal diinfoin hasilnya dari sore sampe malem. Yaah klo misalnya aku lolos dan jadwal interviewnya besok aku gak bisa ikut dong soalnya bakal balik malam ini jg ke jakarta karna besok sudah masuk kerja. Jadinya nego dah tu sama Bapak HRD kalo bisa infoin siang ini dan interview usernya jg siang ini.

satu jam kemudian aku di sms lolos ke tahap interview user. sumpah ini deg deg an banget karna posisinya kau udah pulang ke rumah temen di bandung dan gak tau bakal diinfoin secepat ini. Buru-buru deh tu ke ITB lagi dan hujan cuy. yo wess lah hajar aja, sesampe di ITB aku isi absesn dan disuruh tunggu sebentar. Beberapa saat kemudian tibalah giliranku, aku di interview sama usernya, tp sayang disini aku gagal karna aku salah omong saat ada satu pertanyaan menjebak dan aku pesimis, bener aja aku gak dipanggil-panggil lagi. Ya udahalh gpp yang penting udah coba dan dapat pengalaman baru.

Oh iya kesimpulannya Tahapan tes PT PJA itu adalah Tes psikotes, interview HRD, interview user dan Medical check up.

Udah dulu ya nulisnya, ku mau siap-siap berangkat kerja byee

Tahun yang Menantang dan Penuh Perjuangan

 30 Desember 2020, Seperti tahun sebelumnya, ku sempatkan menulis cerita singkat mengenai perjalanan hidupku sepanjang tahun tersebut. Tahun...